Sabtu, 11 Agustus 2012

My (Not)translaticsm Trip

Post berikut emang rada basi karena udah terjadi 7 Maret lalu, tapi karena ini trip pertama keluar negri sambil menonton band impian yaitu si Death Cab for Cutie di Singapore, jadi perlulah dibicarakan di sini hehe..

Jadi setelah berakhirnya kegalauan gw, pagi hari pada tanggal 7 Maret gw pergi ke Singapore dengan si Uthie dan sempat satu pesawat hingga satu MRT dengan Arian 13 yang ternyata menonton Kvelertak (gak penting). 

Oke pertama kali menginjakkan kaki di negri singa itu, rada norak karena beda sama Jakarta (yaiyalah) semua tertata rapi dan nyaman. Pas naik MRT rada gaptek juga karena bingung rutenya banyak banget, tapi dengan berbekal ilmu Dora yang suka nanya dan bawa peta akhirnya kita sampai di hostel kita Berry Nice yang terletak di Smith Street atasnya toko Dimsum di Chinatown!

reccomended place to stay!




Di sana kita disambut dengan Saya (nama penjaganya) yang baik dan ramah. Si Berry Nice ini sodaraan sama Berry Good Hostel yang lebih deket dengan MRT Chinatown dan juga Berry Best Hostel yang masih di daerah Chinatown tapi rada jauh sama MRT which is di jalan Upper Cross Street. Kalo mw reservasi tinggal klik ini.

Nah karena kita musti nunggu jam check in, kita jalan2 dulu disekitar Chinatown. Akhirnya ya gw bisa merasakan roti kaya dengan harga cukup ya mura tapi mahal 1.6 dollar singapore.

Setelah itu kita ke Tin Tin Shop yang berada dekat MRT Chinatown. Rada mahal sih barang-barangnya tapi buat yang suka banget ama tuh detektif musti banget sih beli, ya at least kartu postnya-lah.


Abis check in, kita sempetin jalan2 ke orchard road. Sempat tergoda dengan barang2 branded tapi tujuan kita adalah es krim 1 dollar!.. Nah muter2 gak jelas kita balik lagi ke hostel buat nyiapin energi sebelum umrah nonton mas Ben di Fort Canning.

Sempat tidur dan kerja bentar (yes kerja, kerjaan kantor :|) jam 6 sore kita berangkat dari hostel. Sempat nyasar pas ke Fort Canning dan nunggu temennya Uthie, akhirnya kita sampe di venue. Sampai sana antrian masuknya udah panjaaaaaang bgt karena security checknya cukup ribet. Karena waktu yang cukup molor dan Death Cab udah gak sabar buat menghibur kita semua, no more security check! wohoooo.. kamera lumix gw alhamdulilah ga disita!

Pas masuk liat booth merchandise, karena DCFC udah mulai mainin intro A Lack of Color.. jadilah tanpa banyak cing cong gw ama uthie beli kaos yg cukup mahal ( 50 $ sing bok!)

Ternyata venuenya kurang asik.. bukan tempat Laneway yang tanahnya turun ke bawah, tapi yang tanahnya rata :|
Jadilah gw yg kecil ini rada susah liat ke panggung. Tapi setelah nyelip-nyelip, akhirnya kita sampe ke depan agak di samping kanan stage. Lumayanlah..

Seperti yang sudah diprediksi.. setlist mereka yang di Singapur mirip2 sama yg di Australi..



Karena mereka banyak bawaiin lagu2 lama, sing a long tak dapat dibendung lagi. Hampir ditiap lagu, semua penonton nyanyi bareng sama Ben Gibbard. Apalagi pas lagu I Will Follow You Into The Dark, Ben and his accoustic guitarnya sudah cukup membuai kita.. *jadi inget yang di jakarta* hahaha





Setelah lagu-lagu galau, suasana ceria kembali lewat lagu Soul Meets Body hingga akhir Marching Bands of Manhattan. Dan setelah itu mereka hilang dari stage..

We were ready for the encore.. but not for a goodbye..

Soundtrack Twilight, Meet Me on the Equinox membuka nomer encore malam itu.. dan diakhir lagu paling galau yang pernah ada..
Translaticsm.. pasangan yang nonton di depan gw.. mulai pegangan tangan dan menyanyi bersama.. *makin inget yang di jakarta*..

Thank you words berkumandang dari para personil DCFC, tandanya show berakhir.. :(



Walaupun rasanya cepet banget, but it was great to watch them LIVE!
Semoga mereka bisa main di Indonesia dan bilang "Thank you jekardaaaah, it was the best crowd ever!"

Esok harinya.. si Saya nanya nonton konser apa kemarin? pas bilang kita bilang Death Cab, doi kaget karena dia juga suka DCFC tapi gak tau kalo di mau konser di SG.. Poor her :(

Kemudian hari terakhir di SG dihabiskan dengan jalan2 dari Orchard-Bugis-Mustafa dan cabs ke Changi! Walaupun diakhir perjalanan kita nyasar dan hampir ketinggalan pesawat! Untungnya Air Asianya delay! Tenryata pesawat delay terkadang membawa keberuntungan bagi kita semua! haha...

 



Selasa, 29 Mei 2012

Di Sore Itu Menuju Senja*

Ingat dengan lagu milik Sore berjudul Setengah Lima dari album Ports of Lima?



Suara Bisikan Hanyut
Dalam pengikis bunga layu
Sampai aku akhirnya merasakan

Mati suri ditamaaaaaan..

Sekarang bayangkan jika pada sore itu ada seseorang di taman yang sama dan menyaksikan mati suri tersebut. Jika Ia hanya sekedar orang lewat saja, maka tidak akan bermakna apa-apa. Namun jika Ia adalah musisi nan puitis, maka akan berbuah manis.
Menuju Senja, sebuah lagu dari band asal Depok, Payung Teduh merupakan hasil dari buah manis itu.

Baru saja kuberanjak beberapa saat sebelum itu
Ada yang mati menunggu sore menuju senda
bersama harum mawar di taman
Menusuk hingga ke dalam sukma
Yang menjadi tumpuan ridu cinta bersama
Di Sore itu menuju senja

Lirik romantis tersebut dibalut dengan musik petikan gitar Is, guitalele dari Ivan, betotan ontra bass Comi, gebukan lembut drum Cito yang beraroma keroncong dan agak sedikit jazz. Menarik bukan? dan semuanya juga hadir di semua track dalam album baru band yang terbentuk di tahun 2007 ini.

Lagu tersebut menjadi single pertama dari album kedua mereka yang berjudul Dunia Batas. Ada 8 lagu di album yang dilaunching 1 April 2012 lalu.  Namun, dari 8 lagu tersebut ada 4 lagu yang sudah familiar ditelinga penggemar Payung Teduh, yaitu Berdua Saja, Perempuan Yang Sedang Dipelukan, Angin Pujaan Hujan dan Resah, karena lagu-lagu tersebut sudah hadir di album pertama mereka, Payung Teduh.
Namun, lagu baru lainnya juga tidak kalah memberikan eargasm, lagu Rahasia, Di Ujung Malam dan Biarkan, bisa menjadi sountrack baru para pemuja sore yang menunggu malam tiba. Lirik puitis selalu menjadi senjata ampuh mereka menarik pendengar baru. Dan hal tersebut juga masih menjadi benang merah dari  karya-karya mereka.

Dengan menggandeng salah satu pentolan band favorit mereka, yaitu Raymondo Gascaro dari Sore, Dunia Batas makin menjadi sebuah album dengan komposisi sempurna untuk menjadi sebuah teman yang meneduhkan hati.


*karena ini buat ngelamar kerjaan, jadi bahasanya baku hehehe

Kamis, 23 Februari 2012

Berakit Rakit Kita Ke Hulu, Minum Coca Cola Kemudian

Post berikut diperuntunkan untuk Adele dan Foo Fighters yang berhasil memborong Grammy Awards ke-54 kemarin! Eniwei, cuma mau bilang musik Amerika  (Grammy kan yang buat industri musik Amrik) dibantai sama satu cewek Inggris berumur 23 tahun! Hahaha.. :P

Congrats lah ya buat kalian, Adele dan Foo Fighters! You deserved it guys! Best albums in 2011! Adele dengan album 21-nya berhasil membuat populasi dunia terutama para remaja memiliki sountrack galau masal. Only Someone Like You lah ya Del! Eh Adele udah move on lho, jadi para fansnya diharapkan bisa move on juga ya, maybe it means no more Awards album for Adele.. hahaha..

Foo Fighters juga gak kalah keren lah, dengan mengandeng Butch Vig yang udah kerjasa sama ama Dave Grohl di Nirvana jaman Nevermind, Wasting Light sangat rock abis!. Kerennya, album tersebut direkam digarasinya Om Dave dengan pita analog sodara2! Tapi lagu2nya keren & wokeh2 semua! Favorit gw adalah These Days dan Back and Forth. Setelah dipindahin ke digital, pita analognya digunting2 dan dibagiin ke fansnya via album yang dijualnya lho! Asoy kan! Makin tua makin dicinta deh mereka.. hehe

Ada pantun nih buat mereka, Berakit-rakit ke hulu, borong Grammy kemudian.

Adele rela mengeksploitasi sakit hatinya ke dalam lagu. Dinyanyikan berulang-ulang demi musikalitas. Coba bayangin, gimana sakitnya si Adele tiap nyanyiin lagu khusus untuk mantan pacarnya itu? But it's worth it after all, everybody loves her music.

Lalu, Foo Fighters berani mengambil resiko meninggalkan dominasi digital dengan memilih analog. Dan mereka yakin, apa yang mereka buat di album tersebut akan epic!
Dan pada akhirnya semua berbuah manis, karena musik yang bagus akan berbicara.

Sekian dan selamat malam.

Berakhir Sudah Kegalauan

Yak! Setelah dilanda galau berkepanjangan dari akhir 2011 sampai minggu lalu karena bingung akan nonton Death Cab for Cutie di Singapore atau engga, akhirnya berakhir sudah!..

Gw dan teman kantor gw Uthie, akan umroh ke Fort Gate, Fort Canning Park tanggal 7 Maret Singapura dengan menumpang pesawat Air Asia yang dibeli dengan harga promo! hahah..

Sempat berganti-ganti partner nonton yang dikarenakan beberapa oknum tidak bisa hadir karena lain hal, salah satunya adalah godaan menonton dewa mereka yang lebih besar, Foo Fighters, akhirnya gw dan Uthie (yang sempat dibujuk berjuta kali agar nonton juga) akhirnya akan bergalau ria bersama Ben Gibbard.
Wohoooo!
Godaan konser di dalam negeri sempat menggoda iman untuk ditonton, macem Feist & Foster The People akhirnya bisa gw taklukan demi untuk menabung nonton band idola gw ini.

Agak kesel juga sih awalnya, karena GAK ADA satu promotor Indonesia pun yang mau borong doi kemari!! Padahal kan dia main ke Australia, Filipina dan Singapore yang super deket ama negara kita!! Heran deh!
Pasti laku kok kalau kalian bawa kemari, band-band hipster baru bekas Laneway aja lo pada bawa kemari, masa Death Cab yang udah punya banyak album gak ada yang mau bawa kemari? *esmosi*

Yaudahlah ya.. mari kita ke negri singa untuk menonton mereka!..
Sempet ngintip setlist mereka pas di Australi kemaren, ternyata set listnya galau! Maklum kali ya, si Mas Ben baru cerai. Album barunya Codes and Keys yang kebanyakan ceria, seceria lagu Stay Young, And Dancing tidak banyak dibawakan, cuma 3-4 lagu aja dari album tersebut. Siap-siap galau deh nih kite!
Dan mungkin akan menjadi konser pertama saya di umur 23 tahun.. hehe 


Sampai bertemu di part berikutnya dengan cerita yang semoga indah.. :)

Selasa, 31 Januari 2012

So.. i'm in love with this guy..

I'M IN LOVE WITH SUFJAN STEVENS!!

His music i mean.. and his face also.. haha.. (tampan euy!)
mungkin rada telat juga ya kenal musik folksnya dia yang super syahdu itu, tapi ya tiada kata terlambat untuk menyukai musik yg bagus bukan? :)

ganteng kan masnya..


Jadi, awalnya bermula di 8tracks.com ketika dimana setiap mixtape yang gw play hampir selalu ada lagunya. Udah gitu namanya kan rada unik, bernafaskan Islam gitu kan nama Sufjan. Lalu, di library iTunes salah satu anak kantor ada satu albumnya doski yang Greetings from Michigan The Great Lake State WOW! makin naksir ijk!! a lot of symphonical folky going on in his music!! indah dan manis deh!

Recently i googled him around, ternyata doski tuh punya 50 states project, which is dia bakal buat album berdasarkan negara2 bagian di Amrik! Project awalnya dia bermulai dari album si album Michigan tadi, trus lanjutannya ada Come On Feel The Illinoise dan udah ada sekilas tentang New York di album The BQE yang terinspirasi oleh Brooklyn-Queens Express dan isinya orchestra cantik kaya di film2 Disney jaman dulu.

Tapi ya setelah ditelaah lebih lanjut, liriknya tuh gak seindah musiknya. Bukan lirik patah hati atau jatuh cinta yang kebanyakan dia jual, tapi a lot of social stuff, labour kind that thing, yah bener2 sesuai dengan keadaan negara bagian yang lagi dia tulis. Bisa kita liat contohnya di lagu tentang Detroit



musiknya super manis dan keren kan? tapi liriknya?

Henry Ford. Henry Ford.
Public Trans. Public Trans.
Pontiac. Pontiac.
Feed the poor. Feed the poor.
City Hall. City Hall.
Windsor Park. Windsor Park.
Saginaw. Saginaw.
After dark. After dark.
Tigers game. Tigers game.
Eighty-four. Eighty-four.
Industry. Industry.
Unemployed. Unemployed.
Gun control. Gun control.
Wolverine. Wolverine.
Iroquois. Iroquois.
Industry. Industry.
Public Trans. Public Trans.
Auto Cars. Auto Cars.
Jefferson. Jefferson.
Michigan. Michigan. 


Lagu Say! to M!ch!gan! ini musiknya lebih indah, listen up:

 

f I ever meant to go away
I was raised, I was reaised
In the place, in the place.
Still I often think of going back
To the farms, to the farms
Golden arms, golden arms
start to remind me. 


Dan menurut gw yang paling absurd tuh albumnya yang Illinois, judul-judulnya lagunya lebih mirip cerita science fiction! I mean.. what do you expect with a song titled called Concerning UFO Sighting Near Highland, Illonoise  or track number 2 called,  The Black Hawk War, or, How to Demolish an Entire Civilization and Still Feel Good About Yourself in the Morning, or, We Apologize for the Inconvenience but You're Going to Have to Leave Now, or, 'I Have Fought the Big Knives and Will Continue to Fight Them Until They Are Off Our Lands​!​' YEP ITU JUDUL SATU LAGU! Emang instrumental doang sih





Tapi lagu yang cukup indah untuk didengarkan adalah Chicago, lagu romantis tentang sebuah windy city called Chicago


 


His latest album called The Age of Adz, rilis di tahun 2010 dan udah mulai banyak unsur elektronik di dalamnya, which is i don't really like. haha.. But you know, he's such a genius person in music industry! i love his artworks so fuckin much! looking forward to watch his gigs here in indonesia!

Minggu, 25 Desember 2011

Mengapung ke Awang-Awang bersama Float!

Menyambung postingan dibawah tentang menonton band paporit di tempat paporit, nah ini cerita kedua gw! Which is menonton band idola saya, Float di tempat yang bisa dibilang rumah kedua gw, Galeri Antara Passer Baroe. Antara tahun 2010-2011 awal gw lebih sering disana dibanding di rumah, karena gw dulu ikutan workshop GFJA batch 16! Float adalah satu band yang sering didengerin juga sama anak2 galeri, ya walaupun  mereka kebanyakan sering galau ditemenin Dialog Dini Hari, Led Zepellin atau Bob Marley :P

Nah jadi 16 Desember kemaren, Float menggelar yang namanya Float Spot, kinda intense and intimate gigs with band and their fans!. And it was a really fuckin intimate showcase! Di panggung Blues for Freedom (nama stage kecil di Neo Jurnalisme Klub Galeri Antara) yang cukup kecil dan tempat yang juga kecil untuk menampung semua fans Float, kita bersenda galau, tertawa, bernyanyi, tepuk tangan bersama mereka!.

Lantai merah Galeri Antara

Spesial pada hari itu, Float tampil dengan personil new skool ( Meng, Iyas, David, Timur, Leo) dan juga personil old skool (Meng, Bontel & Remon). Dan kita semua dibagikan buku lirik seluruh lagu Float plus lagu barunya yang berjudul I.H.I jadi buat yg belum apal lirik bisa ikut nyanyi bareng juga.

Out bible that night


Lagu Surrender jadi lagu pembuka gigs yang mulai jam 9 agak ngaret itu, lantai merah galeri belum terisi penuh oleh para fans float yang mungkin masih bergelut dengan lalu lintas ibu kota setelah mereka kelar mengejar deadline kantor. Di lagu  Sementara penonton semakin banyak dan mulai mengisi area kosong dan berdempet-dempetan. Tapi tak apa mungkin untuk mereka, asal bisa melihat gigs band favorit mereka. Koor dari para penonton juga mulai bergema di semua sudut galeri, merasakan kelaraan bersama di lagu Sementara.

Ceng-cengan antar personil Float mulai mencairkan suasana, some local jokes, dan kita pun para fans juga ikut tertawa.Meng juga cerita sedikit tentang awal-awal Float dan dia mengajak personil Float lama, Remon dan Bontel naik panggung, membawakan lagu yang membuat mereka hits pada waktu itu, waktu lagu-lagu mereka jadi soundtrack film 3 Hari Untuk Selamanya, macam Too Much This Way, Stupido Ritmo dan Biasa yang merupakan versi asli lagu 3 Hari Untuk Selamanya. So much laughter, jokes and joy in this session! Lagu Pulang membuat malam itu menjadi syahdu (eaaa), Dan lalu.. orang2 di galeri galau :P

Old skul!
Semua lagu di album mereka dibawakan dengan bonus 2 lagu The Beatles, Elanor Rigby dan Come Together. Gak ketinggalan juga lagu Waltz Musim Pelangi yang jadi soundtrack Film Laskar Pelangi dan I.H.I single terbaru mereka yang sepertinya singkatan dari Indah Hari Itu. Yeah it was beautiful night, a very intimate gigs with my favorite band in my favorit place. Thanks Float for made a very indah hari itu! Tak sabar jadinya menunggu album baru kalian "Eleven" yang akan keluar Maret 2012 dan menyanyikan kembali bersama fans Float lainnya di lain kesempatan :)


PS: Buat yang gak sempet dateng di the first ever FloatSpot bisa lihat videonya di bawa ini:

Senin, 19 Desember 2011

Dimana Aku Di FIB Menonton Naif

Menonton band idola pasti jadi hal favorit dan kesenangan tiada tara, tapi menonton idola ditempat favorit atau bisa dibilang sudah jadi rumah kedua adalah kesengan tiada tara yang berlipat-lipat ganda, postingan berikut dan setelahnya bakal nyeritain kesenangan tiada tara yg berlipat ganda tersebut. So here it is!

Gw udah beberapa kali menonton salah satu band indonesia favorit gw, Naif, salah satunya di Pekan Raya Jakarta. Overall penampilan mereka selalu keren dan entertain, apalagi si vokalis yang kini udah sangat macho, David dengan jokes yang selalu nyerempet band alay masa kini selalu membuat Kawan Naif betah nonton show mereka. Sebenarnya yang bikin excited nonton Naif kemaren itu adalah tempatnya, which is di kampus tercinta (bukan IISIP) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Univ. Indonesia di acara tahunan mereka, Festival Budaya yang kemaren diadain dari tanggal 5-10 Des. Biasanya ada bazaar dan pertunjukan kesenian dari berbagai fakultasnya, di hari Jumatnya selalu ada pertunjukkan musiknya dan hari terakhir ditutup sama acara puncak pertunjukan teater yang disebut Petang Kreatif.

Jaman masih kuliah gw sempet ikutan jadi panitia, dulu jadi seksi dokumentasi, it was so fun!. Makanya pas gw tahu tahun ini panitianya bakal ngedatengin Naif, band favorit gw dan temen2 kampus dulu ke acara kampus paling OK se FIB gw super duper bahagia! You know why? karena gw bakal nonton mereka di tempat favorit, bareng temen2 kampus. Yes! Dulu biasanya kita nyanyi di kantin bawain lagu Naif, sekarang kita bisa nyanyi bareng sama bandnya langsung!! Canggih bener deh!

Dengan baju andalan gw setiap pake baju Naif (kaos A Night At Showburg) dan kamera andalan, gw siap menantang Pondok Indah-Simatupang-Lenteng Agung-Margonda dengan Transjakrta dan angkutan umum yang paling tidak manusiawi, Deborah. Macet dan kenek Deborah yang menyebalkan tidak menyurutkan semangat gw buat nonton Jarwo dkk.

Dan pas banget gw sampai FIB, Naif baru mau naik panggung *fiuh*. Selama gw jadi anak FIB dan menonton Fesbud, baru kali ini parkiran gedung 9, penuh sodara-sodara! Yellow Jacket dan Kawan Naif berkumpul jadi satu untuk menonton band idola mereka. Gw langsung ambil posisi depan, biar bisa motretin badannya David Naif.. eh maksudnya semua personil Naif :P.. Dan sebelum Naif naik panggung, gw sempat bertemu dengan beberapa teman kampus dulu! Reuni!

Akhirnya yang dinanti dari tadi naik ke atas panggung, Emil, Pepeng, David, Jarwo yang di bantu Krishna menghentak panggung minimalis dengan lagu Cuek. Well playlistnuya udah bisa ketebak sih sama Kawan Naif yang udah sering nonton show mereka. Namun, jokes David dan performance keren dan total band yang udah berdiri 16 tahun ini yang selalu ga ketebak. Air dan Api, Televisi, Curi-Curi Pandang, Mobil Balap dan Piknik 72 sukses membuat koor masal di FIB malam itu. Lagu Jikalau yang malam itu request dari sang ketua Fesbud, Bayu untuk sang pacar, membuat galau para Rakyat Sastra. Kegalaun pun berlanjut dengan Dimana Aku Di Sini dan Karena Kamu Satu.



Gimmick2 David yang sekarang sudah berbadan kekar laykanya model L Men sudah ditunggu oleh para wanita yang paling banyak menempati posisi depan dan siap menangkap kaosnya kalau-kalau di buka baju dan melemparnya. It was a very good show! Kekangenan Rakyat Sastra akhirnya terbayar sudah dengan hadirnya band idola bersama di parkiran kampus kita tercinta.



Setelah mereka turun panggung, gw dan temen gw Nihaq, berusaha mencari mereka untuk dapetin tanda tangan dan foto bareng, heheehe. Ya walopun minus David  Bayu yang udah capcus buat dugem bareng DJ Hogi, akhirnya gw berhasil mendapatkan tanda tangan mereka di kaos andalan dan foto bareng mereka dan sedikit basa basi dengan Emil dan beberapa kru mereka. Haha.. Thanks FIB dan Naif for wonderful time! Hope to see you guys again on the same place. Amen! :)